Tentang saya

Nama Saya Ivan Mantovani. Sebenarnya Saya tidak bisa disebut sebagai seorang yang profesional dalam bidang ini, karena Saya tidak menguasai bidang ini melalui pendidikan formal. Saya hanyalah seorang antusias. Dibandingkan sebagai seorang desainer atau pengembang, Saya lebih suka jika disebut sebagai seorang hobiis saja yang tertarik dengan dunia web.
×
iklan

Apa, sih, tujuanmu ?

Senin, 17 Maret 2014
picture by google.com
Beberapa hari yang lalu aku baca-baca tumblr dan nemu postingan berjudul "Apa, sih, tujuanmu ?"
Jujur aja, baca pertanyaan itu bikin mikir juga. Apa ya tujuanku? Kalau sudah tahu tujuan, apa yang sudah aku lakukan untuk meraihnya? Bagaimana usahaku? Sudah sejauh mana sekarang? Apa saja kendalanya? Apa saja yang sudah diperoleh sampai sampai sejauh ini? Berguna bagi banyak orang nggak?
Dari pertanyaan simpel yang banyak sekali mengeluarkan serangkaian pertanyaan lanjutan. Lalu, apa tujuanku?
Banyak. Aku punya banyak tujuan yang selama ini belum tercapai (dan mungkin belum kujalankan prosesnya). Tapi, aku, diriku sendiri memberikan porsi arti yang sama dengan arti mimpi. Jadi, tujuan menurutku adalah mimpi.

So, pertanyaan di atas aku ubah menjadi "Apa, sih mimpi terbesar dalam hidupmu?"

Well, bicara mimpi, setiap orang pasti memiliki mimpi yang sama besar hanya saja pada prosesnya berbeda-beda dalam menanggapi, merespon, dan menindaklanjuti. Kalau kata lagu Laskar Pelangi, Mimpi adalah kunci. Kalian percaya nggak dengan tiga kata itu? Kalau aku pribadi, sih, yes, I do believe it. Atau kalian senang dengan Spongebob? Tokoh kartun dari sponge berwarna kuning berbentuk persegi itu pun juga memiliki kalimat yang mengacu pada dahsyatnya sebuah mimpi, Keberhasilan berawal dari imajinasi. Bahkan, si Jenius Albert Einstein pun bilang kalau Imajinasi lebih penting dibandingkan dengan ilmu pengetahuan.

Kalian nggak salah baca, kok. Itu memang quotation milik Albert Einstein. Keren ya? Yep, pengaruh mimpi itu memang sangat beragam bagi diri seseorang. Tapiii, ternyata mimpi atau imajinasi ini nggak bakal terwujud kalau kalian dan aku hanya berani memimpikannya. Atau justru nggak berani bermimpi? Ciyus? Miapah?

Jadi begini. Anggapan guru-guru TK-SD kita yang menyatakan bahwa Gantunglah mimpi setinggi langit itu nggak sepenuhnya salah menurutku. Hanya saja, aku lebih senang menganggap bahwa Gantunglah mimpi di ujung pohon. Kenapa? Karena mimpi akan terus tumbuh seiring tumbuhnya pohon  tempat kita menggantungkan mimpi.

Sayangnya, mimpi saja tidak cukup...

Tentu saja itu benar adanya. Orang besar, orang-orang sukses itu adalah orang yang berani bermimpi besar dengan tindak-tanduk yang besar. Mereka sadar bahwa mimpi-mimpinya akan terwujud jika dibarengi dengan tindakan yang besar dan sepadan. Jadi, apa yang mereka impikan bukan sekadar mimpi, imajinasi, atau omong kosong belaka. Ingat, mimpi akan menjadi omong kosong tanpa proses pembuktian dalam pencapaian. Sepakat?

Misalkan saja, aku mempunyai mimpi untuk menjadi penulis yang menelurkan buku via penerbit major. Sadar akan kemampuanku, apa yang harus kulakukan? Tentu saja banyak menulis juga banyak membaca. Beberapa waktu lalu, aku nggak menang lomba penulisan novel #QanitaRomance, tahu alasannya kenapa? Karena karakter tokoh yang kubuat terlalu datar, sehingga semua karakter tokoh yang ada di dalamnya tampak sama semua. *ini bocoran dari Rhein Fathia yang pergi ke Ubud Writers Festival, Bali :D* Terus, apa yang aku lakukan selanjutnya? Menyerah karena kalah? Enggak, justru karena tahu di mana kelemahanku, letak kesalahan dan kekurangannya, aku jadi bersemangat untuk membuat karya lain yang lebih baik, yang sesuai dengan apa yang kurang tadi, demi bisa meraih mimpi.

Ada lagi contohnya, katakanlah aku mempunyai mimpi untuk mempunyai suami yang baik sesuai agama. Lalu apa yang harus kulakukan? Just wait and see? Tidak begitu, sayangnya. Sesuai kesepakatan yang kukatakan di atas tadi, untuk mendapatkan apa yang diinginkan, maka seharusnya kita juga melakukan hal-hal yang baik yang bisa digunakan untuk merealisasikan mimpi itu. Jadi, kalau ingin mempunyai pasangan yang baik, ya berbuat baiklah. Lengkapi apa-apa saja yang kurang dalam hidupmu, ibadahmu contohnya. Coba berkaca, sesekali merenung, sudah baikkah ibadah kita? Apa yang kurang?

Yes, begitulah. Kalau di antara banyak orang tahu dan paham akan arti bahwa mimpi bukan hanya sekadar mimpi dan omong kosong belaka, maka saat itulah negara kita akan berkembang menjadi besar. Bisa dikatakan demikian, mungkin saja karena mayoritas di antara kita saat ini memiliki pikiran untuk apa bermimpi jika hasilnya begitu saja? Jelas saja hasilnya akan begitu saja, lha wong nggak ada realisasinya. Padahal, bangsa yang besar berawal dari mimpi-mimpi besar rakyatnya. Kalau masih merasa bangsa kita begini-begini saja, coba cek letak kesalahan dan kekurangannya di mana? Rakyat atau pemimpin atau keduanya? Yuk, cek diri kita masing-masing saja. Sudahkah kita membangun mimpi dan berupaya untuk merealisasikannya? Sudah sejauh mana langkahnya? Sudah sebesar apa pedulimu pada negerimu? Bermimpi saja tidak cukup, tapi dengan berkarya berarti kita ikut membangun negeri.

Mari bermimpi lalu jawab, apa tujuanmu? :D

1 komentar

  1. bermanfaat nih
    ditunggu kunbalnya
    http://www.androanigamer.com

    BalasHapus

1. Saat menggunakan emoticon 1 space jarak antar emo.
2. Gunakan tag :
- <i rel="code">Menyisipkan kode</i>
- <i rel="pre">Kode panjang </i>
- <i rel="image">URL gambar</i>
- <b rel="h3">Menyisipkan judul</b>
- <b>Teks tebal</b>
- <i>Teks miring</i